Showing posts with label Interior. Show all posts
Showing posts with label Interior. Show all posts

Sunday, July 17, 2011

Dekorasi Ruang Keluarga dan Ruang Tamu Ukuran Kecil

Small Size Living Room

Merancang kembali atau merenovasi (mengubah bentuk) satu ruang keluarga dan ruang tamu yang berukuran kecil merupakan sebuah tantangan. Apakah anda tinggal di apartement atau landed house, mendekorasi ruang keluarga dan ruang tamu yang berukuran kecil membutuhkan perencanaan yang matang, kreativitas, dan imajinasi yang bagus. Apakah susah? tidak juga, jika Anda mempertimbangkan usulan-usulan saya ini, anda akan lihat ada berbagai pilihan untuk menghias sebuah ruang keluarga dan ruang tamu yang berukuran kecil.
Pilih dan gunakan jenis dekorasi yang anda sukai, tentunya yang juga dapat membantu membuat ruang Anda nampak lebih besar. Anda juga harus hati-hati untuk mendesain ruangan penyimpanan (storage) agar lebih besar, sehingga memudahkan anda menaruh atau menyimpan barang-barang Anda.

Sesuaikan Dengan Ukuran

Untuk penempatan furnitur di dalam ruangan haruslah yang lebih kecil dari ruangan, agar ruangan tidak terlihat sempit atau sumpek. Maksimalkan ruangan dengan sofa panjang 2 tempat duduk dibandingkan sofa besar untuk tempat duduk tamu agar dapat duduk dengan menyenangkan. Ide yang sangat bagus apabila anda mendekorasi ruangan dengan gaya kesenangan anda dan menggabungkannya dengan barang-barang koleksi anda di ruangan tersebut, boleh juga dikombinasi dengan sofa kecil lagi dan tambahkan cermin besar atau yang berdekorasi sehingga membuat ruangan menjadi lebih besar dan luas.
Small Size Living Room 2

Perlu di ingat, bila anda sedang mendekorasi ruang keluarga dan ruang tamu yang berukuran kecil harus berpikir juga di mana anda akan menempatkan aksesoris dan furnitur. anda mungkin mempertimbangkan prinsip-prinsip dari Feng Shui bila mengatur aksesoris dan mebel di dalam ruang keluarga dan ruang tamu anda. Pastikan mebel anda tidak dekat pintu agar tidak menghalangi daun pintu ketika dibuka dan ditutup.
Jika anda memusatkan pendekatan dari segi desain, anda harus merencanakan sejak awal bagaimana cara memaksimalkan ruang keluarga dan ruang tamu. Anda bisa coba menggunakan cara/gaya dekorasi modern, karena ini akan membuat ruangan nampak lebih luas. Memutuskan gaya desain yang benar-benar menjadi keinginan Anda pastinya akan menghabiskan sebagian besar waktu Anda.

Gunakan Teknik Pewarnaan

Warna adalah salah satu faktor yang mempengaruhi desain ruang keluarga dan ruang tamu anda. Jika anda percaya bahwa anda harus mengecat ruangan kecil anda dengan warna putih, ini merupakan hal yang baik untuk anda. Anda dapat menentukan warna yang bisa membuat ruang berkesan nampak lebih besar dengan menghias warna-warna yang mencerminkan intensitas yang sama, atau menggunakan sebuah tema.
Small Size Living Room 3

Untuk dekorasi warna ruangan harus dengan warna terang seperti kuning terang atau oranye, warna yang senada, jika anda ingin kelihatan lebih lembut bisa juga memakai warna hijau terang. Pengecatan tembok dengan warna gelap atau tua akan membuat dinding kelihatan sempit dan seolah-olah bergerak mendekati anda.
Untuk membuat ruangan kelihatan lebih luas haruslah mengecat tembok dengan warna light (terang), abu-abu atau abu kebiruan. Jika warna abu-abu dirasakan membosankan, sebenarnya bisa mencari tone warna yang lebih segar seperti warna hijau atau biru untuk mendapatkan suasana yang anda inginkan.
Dengan metode-metode di atas, ruang tamu kecil dapat didekorasi secara sederhana. Gunakan kreativitas Anda dan Anda akan menciptakan ruang tamu kecil/mungil yang berkesan besar dan luas.

sumber: architectaria.com

selengkapnya »

Monday, July 11, 2011

Menata Pencahayaan Rumah Sehat dan Hemat


Kesadaran akan adanya pemanasan global yang mempengaruhi perubahan iklim dan degradasi kualitas lingkungan hidup manusia telah menyadarkan betapa pentingnya menyelamatkan kehidupan manusia di Bumi. Berbagai pihak terus bekerja sama membangun dunia baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
 

Para pengembang properti berbagi informasi membangun properti hijau menuju kota hijau. Produk-produk properti hijau diperkenalkan kepada konsumen yang semakin kritis terhadap pengembang yang tidak ramah lingkungan. Ada banyak properti hijau berupa konsep kota taman, kota hijau, kota pohon, rumah kebun, kebun raya, taman hijau, hingga lembah hijau yang membanjiri pasaran telah memesona masyarakat.

Berbagai model arsitektur bangunan yang sempat populer, mulai dari rumah bergaya tropis, country, mediteranian, hingga minimalis, mulai ditinggalkan konsumen. Para arsitek dan pemilik rumah mulai bekerja sama mengembangkan konsep rumah hunian yang ramah lingkungan dan semakin dicari penghuni.

Krisis listrik yang byarpet dan semakin mahal mendorong semua pihak untuk mulai membiasakan menggunakan energi alternatif yang ramah lingkungan. Meski belum banyak berkembang, warga terus berupaya mencari tenaga listrik yang (kalau bisa) mudah dan murah, di antaranya :
  • Efiensi listrik melalui pemanfaatan lampu hemat energi dan cahaya alami dianggap sebagai solusi terbaik untuk menghadapi krisis listrik saat ini.
  • 19 persen konsumsi listrik di perkantoran di dunia berasal dari pencahayaan. Karena itu, efisiensi pencahayaan ini akan berpengaruh besar bagi upaya pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksi listrik.
  • Penghematan itu dapat ditempuh dengan cara mengurangi frekuensi pencahayaan bersumber daya listrik maupun dengan memanfaatkan teknologi lampu irit setrum. Pemanfaatan lampu seperti ini dinilai dapat mengurangi konsumsi listrik dari sektor pencahayaan hingga 40 persen.
  • Sekarang ini teknologi lampu LED menjadi solusi paling tepat karena lampu jenis ini punya intensitas cahaya besar tapi konsumsi listriknya rendah. Selain itu, perlu juga diperhatikan soal rumah lampu. "Desain rumah lampu yang tepat dapat memaksimalkan penyebaran cahaya lampu sehingga tidak ada penyebaran yang sia-sia,"
  • Efisiensi listrik tersebut kian maksimal jika konsumen mengombinasikan penggunaan cahaya buatan tersebut dengan cahaya alami dari matahari. 
  • Kombinasi antara pemanfaatan teknologi buatan hemat energi dan cahaya alami ini dapat memangkas konsumsi listrik hingga 50 persen. "Kita bisa memanfaatkan cahaya alami ini sebanyak mungkin. Untuk bangunan perkantoran, kombinasi 30 persen cahaya natural dan 70 persen cahaya artifisial sudah sangat bagus," 
  • Tren penggunaan lampu hemat energi dan cahaya alami tersebut kini telah merambah Indonesia. Penggunanya bukan hanya pertokoan dan perkantoran besar, tapi juga sektor publik
  • Penggunaan panel- panel sel surya di atap bangunan untuk memanaskan air dan beberapa titik lampu.
  • Di kawasan pesisir pantai, dilakukan pengembangan kincir angin untuk memasok tenaga listrik.
  • Biogas juga sudah dilirik untuk menerangi lampu atau memasak. Alternatif pengembangan energi listrik rumah ramah lingkungan harus terus dilakukan agar rumah tidak tergantung banyak pada pasokan listrik PLN di masa depan.
  • Ketersediaan KDH 30 persen lebih memberikan peluang untuk rumah dan penghuni dapat bernapas lega. Ruang hijau dikembangkan menjadi taman dengan konsep taman sesuai kebutuhan penghuni, seperti taman terapi/ refleksi/relaksasi, taman air, taman bunga, atau sesuai arsitektur bangunan—taman tropis, taman minimalis, taman jepang, dan taman mediteranian.
  • Taman yang cantik ini memberikan sumbangan ekologis kepada kota sebagai ruang terbuka hijau privat bagian dari ruang terbuka hijau kota. Penghuni berhak memperoleh insentif, seperti pengurangan pajak, pemotongan biaya listrik, telepon, dan kemudahan lain, dari pemerintah sebagai apresiasi pemerintah atas partisipasi warga dalam menambah hijau kota. 
  • Para arsitek mulai rajin membangun atap hijau (green roof, roof garden) sebagai upaya menggantikan lahan (hijau) yang terbangun. Di kota-kota besar yang padat dan sumpek, kehadiran atap-atap hijau bak oase sejuk di tengah-tengah hutan beton kota. Belum cukup, dinding-dinding rumah juga dibalut tanaman merambat menjadi dinding hijau (green wall). 
  • Bangunan yang diselimuti tanaman terbukti mampu memengaruhi iklim mikro lingkungan sekitar. Hawa panas turun. Taman menjadi insulasi atap alami. Radiasi sinar matahari diserap tanaman. Gas polutan diolah tanaman menjadi oksigen. Air hujan dapat ditampung, diserap, dan dialirkan ke dalam pipa serta diresapkan ke dalam sumur resapan air. 
 

selengkapnya »

Menata Interior Rumah Mungil Sempit Dengan Lahan Terbatas

Menata rumah mungil dan sempit tidaklah semudah yang kita duga.,dengan keterbatasan ruang, rumah harus mampu menampung segala keperluan penghuninya. Di samping itu rumah juga harus nyaman ditempati dan enak dipandang.
Untuk menata rumah mungil ada beberapa prinsip :
  1. pengelolaan ruang secara efektif dan efisien
  2. pencahayaan dan sirkulasi udara yang tepat
  3. pemilihan corak dan warna interior yang cermat
Jika ketiga prinsip tersebut dilaksanakan, keterbatasan ruang bisa diantisipasi bukan untuk menjadi luas tapi akan terkesan luas sehingga bisa tampak nyaman.
 
Tips Menata interior rumah mungil sempit dengan lahan terbatas
  • Mengecat ruang dengan warna-warna yang terang, semua ruang rumah diusahakan terjangkau sinar matahari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebab ruang yang terang akan terkesan lebih lega.
  • Penerangan ini bisa diperoleh melalui jendela, ventilasi udara dan bahan penutup atap yang transparan. Untuk itu, usahakan setiap ruang memiliki jendela dengan arah bukaan ke taman depan atau belakang. Selain sinar matahari bebas masuk, juga udara akan mengalir lancar 
  • Cat rumah, warna gorden atau furnitur sebaiknya menggunakan warna-warna yang terang. Warna putih pada tembok dapat menjadi salah satu pilihan untuk ruangan yang sempit. Atau jika Anda ingin menggunakan wallpaper pada dinding, pilihlah wallpaper dengan motif kecil.
  •  Ukuran jendela yang lebar dan menghadap ke taman juga berguna untuk memasukkan unsur alam ke dalam ruangan. Rumah tampak lebih segar dan pandangan orang yang di dalam ruangan pun menjadi lebih lepas.
  • Karena luas bangunan rumah mungil amat terbatas, supaya terkesan luas tidak perlu banyak sekat. Disarankan pemilik rumah menyatukan beberapa fungsi ruang, misalnya ruang tamu dengan ruang keluarga, kemudian ruang makan dengan ruang dapur bersih. Atau, ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan dijadikan satu ruangan. Perbedaan fungsi ruang hanya dibatasi dengan sekat yang transparan. 
  • Atap/langit langit yang tinggi, Jika ruangan Anda terbatas luasnya, dengan membuat atap lebih tinggi dapat memberi kesan ruang lebih lega karena adanya cukup ruang ke atas. 
  • Agar pandangan lebih luas, Anda dapat menggunakan jendela ukuran besar pada bagian depan rumah. Dengan demikian, penghuni rumah dapat melihat area yang luas di luar rumah dengan mudah seperti taman atau jalan. Hal ini akan memberi kesan luas.
  • Penggunaan cermin merupakan hal bisa dipertimbangkan untuk memberi kesan luas pada ruangan. Dengan cermin, Anda seolah-olah memiliki ruangan yang dua kali lebih besar karena pantulannya. 
  • Pilih Furnitur dengan Tepat, Memilih furniture seperti kursi, meja atau rak harus disesuaikan pada rumah yang mungil. Karena terbatasnya besar ruangan, maka pilihlah furniture yang simpel dan dalam ukuran yang kecil. Lalu cobalah pilih furnitur dengan warna yang menyerupai warna cat rumah Anda. Selain menghemat tempat, ini juga dapat membuat kesesuaian yang baik dengan ukuran ruangan. Warna yang menyerupai cat tembok akan membuat kesan lebih luas. 
  • Jangan terlalu banyak memasang pernak-pernik di rumah
  • Anda dapat pula memilih furniture multi fungsi. Misalnya meja yang juga dapat berfungsi sebagai kursi dengan menambahkan jok pada bagian atasnya. Furnitur lainnya misalnya ranjang di mana pada bagian bawahnya dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan. 
  • Yang tidak kalah pentingnya adalah tata letak dari furnitur. Dengan posisi letak yang tepat dapat memberi ruang kosong pada ruangan. 
  • Manfaatkan Ruang Kosong , Anda dapat memanfaatkan setiap bagian di rumah Anda yang masih kosong. Misalnya area di bawah tangga, biasanya kosong. Anda dapat meletakkan berbagai perlengkapan dan perkakas Anda di area bawah tangga 
Terima kasih.
Semoga bermanfaat..!

selengkapnya »

Thursday, June 23, 2011

Sebaiknya Waspada, Keramik Putih Rawan Radioaktif

Sebagai konsumen, Anda harus semakin jeli menanyakan kepada produsen, apakah produk keramiknya telah memiliki sertifikat bebas radioaktif.

Waspadai bila lantai rumah Anda memakai keramik berwarna putih. Sebelum membeli, sebaiknya Anda tanyakan kepada produsen tentang sertifikat bebas radioaktif.

Demikian diungkapkan Frankie Irawan, Project Sales Manager PT Niro Ceramic Sales Indonesia dalam talkshow di sela pameran Indonesia Building Technology Expo 2011 di Jakarta Convention Center, Kamis (23/6/2011). Menurutnya, semakin putih keramik, semakin tinggi bahaya radioaktif yang dikandungnya. Semakin tinggi bahaya radioaktif, maka kian membahayakan penghuni rumah, terutama kesehatan kulit.

"Mungkin, yang perlu diperhatikan adalah batasan putihnya keramik. Semakin putih, keramik banyak mengandung zirconium. Zirconium ini bisa memberi efek buruk, karena dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker kulit. Padahal kebiasaan masyarakat kita, misalnya anak-anak, suka berguling-guling di lantai," papar Frankie.

Semakin tinggi bahaya radioaktif, maka kian membahayakan penghuni rumah, terutama kesehatan kulit.

Selain keramik, di industri kimia zirconium banyak digunakan sebagai getter atau penyerap dalam tabung vakum, sebagai agen pencampur logam dalam baja, peralatan bedah, primer peledak, filamen bola lampu pijar dan rayon spinnerets. Untuk itu, ada baiknya lebih berhati-hati dengan penggunaan keramik yang mengandung zat ini.

Namun, lanjut Frankie, untuk mengurangi penggunaan keramik berwarna putih juga tidak mudah. Hal itu mengingat kebutuhan tren hunian sekarang yang minimalis, sehingga permintaan akan keramik berwarna putih juga sangat tinggi.

"Susah juga kalau kita memberi solusi mengganti warna keramik untuk hunian, apalagi untuk bidang arsitektur. Trennya sendiri sekarang minimalis. Orang maunya putih bersih untuk lantainya lalu dikombinasikan dengan watna hitam. Orang itu maunya keramik putih, yang seputih-putihnya," jelas Frankie.

Untuk itu, ia menyarankan, konsumen harus semakin jeli menanyakan kepada produsen, apakah produk keramiknya telah memiliki sertifikat bebas radioaktif.

"Tidak semua produsen telah memiliki sertifikasi ini. Di Indonesia sendiri implementasi bebas radioaktif juga baru saja didengungkan," katanya.

source:
properti.kompas.com

selengkapnya »

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...